ANIMASI, SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA
Animasi berasal dari bahasa yunani “anima” yang berati
hidup, makna harfiah dari animasi adalah memberikan kehidupan atau sifat mahluk
hidup pada benda mati.
Masa Prasejarah
Seperti karya-karya
peradaban manusia yang lainnya, sejarah animasi ternyata sama tuanya dengan
perkembangan peradaban manusia di bumi ini. Sejak jaman pra sejarah, manusia
purba telah berusaha untuk membuat gambar-gambar bergerak sesuai dengan
imajinasi mereka serta dengan keterbatasan alat yang mereka gunakan pada waktu
itu.
Lukisan dinding gua
altamira di Spanyol merupakan bukti peninggalan peradaban manusia pra sejarah
pada masa Paleolithicum, berupa lukisan dinding gua tentang binatang dan
perburuan, sebagai cermin dari kondisi kehiduapan mereka pada waktu itu. Dari
sekian banyak lukisan dinding gua, ada beberapa lukisan yang apabila dicermati,
merupakan upaya manusia purba untuk menggambarkan sebuah garakan. Lukisan
tersebut berupa lukisan binatang yang digambarkan dengan kaki yang banyak. Hal
ini sebagai bukti, bahwa mereka telah berupaya untuk membuat kesan seolah-olah
binatang tersebut sedang berlarian.
Masa Peradaban Mesir Kuno
Perkembangan animasi
tidak berhenti pada masa prasejarah saja, namun terus berkembang bahkan hingga
saat ini. Pada masa peradaban Mesir kuno, orang-orang pada masa tersebut telah
berupaya untuk membuat sebuah rangkaian gambar yang memiliki makna sebuah
gerakan dan bahkan mengandung unsur cerita. Peradaban Mesir telah terbukti
sebagai sebuah peradaban yang sangat maju, pada waktu itu. Dengan huruf
hieroglif meraka meninggalkan bukti catatan peradaban maju mereka yang
mengundang decak kagum manusia hingga saat ini. Diantara ribuan peninggalan
peradaban Mesir, mereka juga meninggalkan bukti adanya upaya manusia untuk
membuat gambar yang mereka buat seolah-olah sedang bergerak.
Pharao Ramses II di Mesir membangun sebuah kuil untuk Dewa
Isis. Tidak seperti pada kuil-kuil yang lain, dalam kuil dewa isis tersebut
terdapat beberapa tiang yang terdapat relief fugur dewa, dalam urutan gerakan
yang runut. Kuil tersebut sebagai bukti adanya upaya manusia pada masa Mesir
kuno untuk membuat gambar yang seolah-olah sedang bergerak.
Masa Perdaban Yunani Kuno
Pada masa yunani
kuno, upaya untuk membuat rangkaian gambar yang terkesan bergerak telah mereka
lakukan. Bukti adanya upaya tersebut dapat dilihat melalui beragam benda-benda
seni yang telah dihasilkan oleh peradaban Yunani kuno, diantaranya adalah
kendi. Kendi-kendi yang artistic tersebut seringkali dilukis dengan
figure-figur tokoh dalam tahapan gerakan yang mengelilingi kendi. Jika kendi
diputar, maka akan memberikan efek gerakan.
Relief Candi
Selain pada
peninggalan peradaban kuno diatas, masih ada lagi bukti perkembangan animasi
pada perdaban manusia, yaitu relief candi. Dimana pada relief tersebut rentetan
panel relief mengandung unsur cerita dan seolah-olah hidup dalam benak orang
yang melihat dan menghayati alur ceritanya.
Wayang
Wayang kulit yang
dimainkan oleh dalang, dengan efek-efek suara berupa gamelan, dan alur cerita
yang sangat kuat, mampu menyedot perhatian pemirsanya selama berjam-jam hingga
semalam suntuk, adalah bentuk animasi pertama yang sudah dikatakan lengkap,
dimana unsur-unsur animasi adanya gambar yang bergerak, alur cerita dan efek
suara, sudah terpenuhi.
The Persistance of Vision
Perkembangan animasi
selanjutnya, lebih ditekankan pada aspek keilmuan, dan mulai merambah bidang
teknologi, meskipun dengan hasil yang sangat sederhana. Adalah Thomas Alfa
Edison (1860), selain terkenal dengan penemuan lampu pijarnya, juga
mengamukakan sebuah teory yang di kenal
dengan "The Persistance of Vision". Inti dari teori tersebut adalah,
jika kita melihat sebuah gambar, maka citra gambar tersebut akan terekam dalam
retina manusia selama 1/10 detik sebelum citra akan gambar tersebut benar-benar
menghilang.
Berbasis pada teori tersebut, mulai muncul orang-orang yang
memperdalam ilmu untuk membuat agar sebuah gambar tampak hidup dan
bergerak-gerak. Dengan teknologi yang sangat sederhana, mereka mampu
menciptakan alat yang mampu membuat rangkaian gambar, dapat tampak hidup dan
bergerak. Tentu saja penemuan teknologi tersebut mampu membuat kekaguman orang
pada saat itu.
Thaumatrope (Paul Roget - 1828)
Merupakan sebuah alat yang sangat sederhana, berupa sebuah
kepingan yang memiliki dua gambar, di satu sisi bergambar burung dan sisi lain
bergambar sangkar. Kepingan tersebut
pada kedua sisinya diberi pegas atau tali yang fungsinya untuk memutar. Jika
kepingan berputar, maka akan terlihat seekor burung yang ada didalam sangkar.
Alat ini membuktikan teori dari Thomas Alfa Edison tentang persistance of
vision.
Emile Reynauld mengembangkan mainan gambar animasi ayng
disebut Praxinoscope, berupa rangkaian ratusan gambar animasi yang diputar dan
diproyeksikan pada sebuah cermin menjadi suatu gerak film, sebuah alat cikal
bakal proyektor pada bioskop (Laybourne 1978).
Phenakistoscope (Joseph Plateu - 1826)
Berupa sebuah kepingan gambar, dan di sisi lain terdapat
kepingan dengan lubang-lubang di sekitarnya. Ketika kepingan gambar terebut
diputar, melalui lubang yang talah disediakan, akan terlihat rangkaian gambar
tersebut bergerak.
Zeotrope (Pierre Desvignes - 1860)
Hampir sama dengan
Thaumatrope, Zoetrope berupa rangkaian gambar yang dimasukkan dalam sebuah
tabung, dibagian lain dari tabung diberi lubang untuk melihat gambar. Ketika
tabung digerakkan, maka gambar tersebut akan terlihat bergerak.
Penemuan Film Proyektor
Penemuan film
proyektor oleh Thomas Alfa Edison, membuka peluang baru untuk menciptakan
gambar yang bergerak. Dengan menggunakan media film proyektor, semakin
mempermudah cara untuk membuat rangkaian gambar menjadi hidup dan bergerak.
Gambar dibawah ini merupakan proyektor pertama yang di ciptakan oleh Thomas
Alfa Adison.
Film Animasi
Era setelah
diketemukannya proyektor dan perkembangannya, mulai bermunculan film-film
animasi pendek yang dibuat dengan teknik yang masih sangat sederhana serta dengan
keterbatasan alat yang digunakan. Film-film pada awal perkembangan animasi
adalah sebagai berikut.
Humourous Phases of Funny Faces. (Stuart Blackton - 1906)
Film animasi ini, berupa gambar kartun yang di buat dengan
kapur tulis diatas papan tulis. Teknik pengambilan gambarnya adalah dengan
menggambar kemudian difoto dan dihapus untuk diganti dengan gambar selanjutnya.
Rangkaian foto-foto tersebut kemudian digabung dan disajikan sebagai film
animasi. Film inilah yang menggunakan teknik "stop-motion" yang
pertama didunia.
Gartie The Dinosaur (Winsor McCay 1914)
Merupakan fim animasi yang sudah memasukkan unsur cerita
didalamnya.
Felix the Cat (Otto Massmer, 1919)
Pada film ini sudah jauh lebih menarik, karena adanya unsur
cerita yang megalir, serta beberapa efek yang membuat film ini menarik.
Flowers and tree (Walt Disney, 1932)
Film flowers and tree, sebelumnya telah diproduksi dalam
bentuk film hitam putih, film tersebut akhirnya di produksi ulang dengan
menambahkan unsur warna. Flowers and tree akhirnya memenangkan Academy Award
untuk kategori film pendek animasi.
No comments:
Post a Comment